Loa Janan – Pemerintah Kecamatan Loa Janan yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Didi Haryanto menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Rembuk Stunting yang digelar Pemerintah Desa Loa Duri Ulu, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Deddy Setyo Utomo, Kepala Desa Loa Duri Ulu M. Arsyad, Ketua BPD Loa Duri Ulu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, kader Posyandu, PKK Desa serta tenaga medis dari Puskesmas Loa Duri.
Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama penanganan dan pencegahan stunting di Desa Loa Duri Ulu sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Loa Duri Ulu M. Arsyad. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan fungsi dan perannya masing-masing agar angka stunting di Desa Loa Duri Ulu dapat terus menurun hingga mencapai nol persen.
“Saya berharap semua unsur dapat melaksanakan fungsinya masing-masing agar di Desa Loa Duri Ulu angka stunting dapat turun hingga nol persen. Saya juga mohon maaf tidak dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai karena ada agenda lain di Kantor DPRD Kutai Kartanegara,” ungkapnya.


Sementara itu, Kasi Kesos Kecamatan Loa Janan Didi Haryanto selaku narasumber menyampaikan paparan terkait upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga masyarakat dalam mendukung program percepatan penanganan stunting.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, kesehatan ibu hamil serta sanitasi lingkungan menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
Didi berharap target penurunan angka stunting yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat dapat tercapai melalui kerja sama dan komitmen seluruh pihak.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kerja sama semua pihak. Semoga target penurunan angka stunting yang telah ditetapkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat tercapai,” tutupnya. (Subbag. UTK).



