Loa Janan – Menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, Pemerintah Kecamatan Loa Janan bersama jajaran Forkopimcam Loa Janan dan didukung 8 desa menggelar Shalat Istisqa dan Doa Bersama sebagai bentuk ikhtiar serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Kantor Camat Loa Janan, Rabu (2/9/2026), dan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Loa Janan, jajaran Forkopimcam, kepala desa, kepala dusun, Ketua RT, tokoh agama, serta ratusan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Loa Janan Drs. Hery Rusnadi, Danramil Loa Janan Kapten Inf. Bahri Yusmulyanto, perwakilan Polsek Loa Janan, para kepala desa se-Kecamatan Loa Janan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Shalat Istisqa dipimpin Ust. Muhammad Ayubi, Ketua MUI Kecamatan Loa Janan, sebagai imam sekaligus khatib.


Dalam sambutan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri yang dibacakan Camat Loa Janan Hery Rusnadi mengatakan bahwa musim kemarau yang cukup panjang dan ekstrem telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Di samping ikhtiar lahiriah dan upaya fisik yang terus berjalan, kita menyadari sepenuhnya pentingnya ikhtiar batiniah. Oleh karena itu, pada hari ini kita menggelar Shalat Istisqa dan Doa Bersama memohon hujan,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Pemkab Kukar bersama TNI, Polri, BPBD, relawan dan seluruh pihak terkait terus melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya pemadaman titik api, penyaluran air bersih, serta penyiagaan posko kebencanaan.


Melalui Shalat Istisqa dan doa bersama tersebut, masyarakat diajak untuk merendahkan hati, melakukan introspeksi diri, memohon ampunan, serta berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan rahmat yang membawa keberkahan, keselamatan, dan menjauhkan Kabupaten Kutai Kartanegara dari bencana.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau. (Subbag. UTK).



